Siswa DKV SMKN 1 Cepu dongkrak Ekonomi Kreatif Jajanan Tradisional di Blora
Blora - Mengawali langkah di dunia kerja, siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK N 1 Cepu memilih cara yang unik dan berdampak nyata untuk memulai Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Bukan di dalam studio tertutup, mereka justru turun langsung ke lapangan untuk menjelajahi pusat jajanan tradisional di Gang Panggang, Jalan Gunung Sumbing, Blora, Kamis (4/6/2026).
Langkah awal ini menjadi babak baru bagi para siswa untuk mengasah keahlian mereka dalam mempromosikan warisan kuliner lokal ke kancah digital. Bagi Widia, Angga dan Binta, siswa DKV, makanan tradisional bukan sekadar pengisi perut, melainkan objek visual yang kaya akan cerita, warna, dan tekstur.
“Pusat jajanan Gang Panggang menyediakan panggung visual yang sempurna,” kata Widia sambil tersenyum.
"Di sini, kreativitas kami ditantang untuk mengubah tampilan jajanan pasar yang sederhana menjadi aset konten media sosial yang estetis, modern, dan menggugah selera,"kata Angga dan Binta.
Melalui kegiatan awal PKL di Dinas Kominfo Blora ini, siswa DKV SMK N 1 Cepu memegang misi penting.
Pertama, Eksplorasi Budaya : Mengenal lebih dekat sejarah dan keunikan makanan khas Blora secara langsung dari para perajinnya.
Kedua, Produksi Konten Kreatif : Mengambil foto produk berkualitas tinggi, merekam video sinematik, dan menyusun narasi (copywriting) yang memikat.
Ketiga, Digitalisasi UMKM : Membantu mempromosikan lapak jajanan tradisional agar lebih dikenal oleh generasi muda melalui platform visual seperti Instagram dan Tik Tok.
Pada kesempatan yang sama, Rudianto, pembimbing siswa PKL, mengungkapkan proses pembuatan konten ini memberikan pengalaman belajar yang sangat interaktif.
“Siswa belajar berinteraksi dengan pedagang, menangkap momen pembuatan kue, hingga mengemas video ulasan (review) makanan dengan gaya yang segar khas anak muda,” terangnya.
Keahlian teknis seperti pengaturan pencahayaan alami di ruang terbuka dan teknik pengambilan gambar makro diuji langsung di lokasi.
Hasilnya, jajanan tradisional yang mulanya hanya dikenal oleh warga sekitar kini memiliki peluang besar untuk viral dan memikat audiens yang lebih luas.
Konten yang estetik dan informatif menjadi jembatan modernisasi tanpa menghilangkan nilai tradisi dari kuliner itu sendiri.
Di pusat jajanan Gang Panggang ini membuktikan bahwa kompetensi siswa DKV sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Melalui konten media sosial yang dikemas apik, siswa tidak hanya belajar menguasai keahlian industri, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendongkrak ekonomi kreatif dan pariwisata kuliner di Kabupaten Blora.
“Langkah awal yang manis, sekilas semanis jajanan pasar yang mereka abadikan,” kata Rudianto.
